Balai Pelatihan Pertanian Lampung berdiri pada tahun 1985 dengan nama Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2269/KPTS/610/4/1985 tanggal 11 April 1985 dengan nama Proyek Pembinaan Pendidikan dan Latihan Pertanian Lampung berkantor meyatu dengan Balai Informasi Pertanian (BIP) Tegineneng Lampung Selatan.
Pada tahun 1986, BLPP dibangun dengan anggaran dari Bank Dunia melalui Proyek Internasional Bank Recounper Development (IBRD) BLPP Hajimena Lampung, dan untuk kegiatan latihan dimulai pada Agustus 1986. Kemudian, tahun 1987, bangunan fisik maupun sarana latiha telah selesai dibangun dan siap digunakan.
Dengan berlakunya Undang- Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, pada tahun 2001, BLPP Hajimena Lampung berubah menjadi UPTD Balai Diklat Pertanian (BDP) Hajimena Lampung dan diserahkan ke Provinsi Lampung dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor 03 Tahun 2001 tentang Pembentukan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Provinsi Lampung.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 maka UPTD diatur kembali dengan Pergub Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja di UPTD pada Dinas Daerah Provinsi Lampung dimana UPTD Balai Diklat Pertanian Lampung berada di bawah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.
Tahun 2009, UPTD Balai Diklat Pertanian Lampung kembali menjadi UPT Pemerintah Pusat dan berubah nama menjadi Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung dengan terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 109/Permentan/ OT.140/2/2009 tanggal 9 Februari 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelatihan Pertanian Lampung.
Kembali pada tahun 2023 dikeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Smber Daya Manusia Pertanian, Balai Pelatihan Pertanian Lampung berubah penyebutannya, dari BPP Lampung menjadi Bapeltan Lampung. Balai Pelatihan Pertanian Lampung memiliki wilayah kerja di 4 (empat) provinsi yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung.
Nama Pelatihan | Diperuntukan | Jenjang | Tahun | Pembiayaan | Jumlah Peserta |
---|
Balai Pelatihan Pertanian Lampung
Nomor Registrasi | Nama Purnawidya | Nama Pelatihan | UPT Pelaksana | Kelulusan | Pengisian Survey |
---|
Jumlah Unit: 2 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 2 Unit
Jumlah Unit: 3 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 5 Unit
Jumlah Unit: 2 Unit
Jumlah Unit: 7 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 2 Unit
Jumlah Unit: 6 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 4 Unit
Balai Pelatihan Pertanian Lampung berdiri pada tahun 1985 dengan nama Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2269/KPTS/610/4/1985 tanggal 11 April 1985 dengan nama Proyek Pembinaan Pendidikan dan Latihan Pertanian Lampung berkantor meyatu dengan Balai Informasi Pertanian (BIP) Tegineneng Lampung Selatan.
Pada tahun 1986, BLPP dibangun dengan anggaran dari Bank Dunia melalui Proyek Internasional Bank Recounper Development (IBRD) BLPP Hajimena Lampung, dan untuk kegiatan latihan dimulai pada Agustus 1986. Kemudian, tahun 1987, bangunan fisik maupun sarana latiha telah selesai dibangun dan siap digunakan.
Dengan berlakunya Undang- Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, pada tahun 2001, BLPP Hajimena Lampung berubah menjadi UPTD Balai Diklat Pertanian (BDP) Hajimena Lampung dan diserahkan ke Provinsi Lampung dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor 03 Tahun 2001 tentang Pembentukan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Provinsi Lampung.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 maka UPTD diatur kembali dengan Pergub Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja di UPTD pada Dinas Daerah Provinsi Lampung dimana UPTD Balai Diklat Pertanian Lampung berada di bawah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.
Tahun 2009, UPTD Balai Diklat Pertanian Lampung kembali menjadi UPT Pemerintah Pusat dan berubah nama menjadi Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung dengan terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 109/Permentan/ OT.140/2/2009 tanggal 9 Februari 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelatihan Pertanian Lampung.
Kembali pada tahun 2023 dikeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Smber Daya Manusia Pertanian, Balai Pelatihan Pertanian Lampung berubah penyebutannya, dari BPP Lampung menjadi Bapeltan Lampung. Balai Pelatihan Pertanian Lampung memiliki wilayah kerja di 4 (empat) provinsi yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung.
Nama Pelatihan | Diperuntukan | Jenjang | Tahun | Pembiayaan | Jumlah Peserta |
---|
Nomor Registrasi | Nama Purnawidya | Nama Pelatihan | UPT Pelaksana | Kelulusan | Pengisian Survey |
---|
Balai Pelatihan Pertanian Lampung
Widyaiswara Ahli Pertama
Spesialisasi: Budidaya Tanaman
Widyaiswara Ahli Utama
Spesialisasi: Budidaya Tanaman
Widyaiswara Ahli Muda
Spesialisasi: Penyuluhan Pertanian
Widyaiswara Ahli Muda
Spesialisasi: Pengolahan Hasil Pertanian
Widyaiswara Ahli Utama
Spesialisasi: Hama dan Penyakit Tanaman
Widyaiswara Ahli Pertama
Spesialisasi: Sosial Ekonomi
Widyaiswara Ahli Utama
Spesialisasi: Sosial Ekonomi
Widyaiswara Ahli Madya
Spesialisasi: Budidaya Tanaman
Widyaiswara Ahli Pertama
Spesialisasi: Produksi Ternak, Pakan dan Nutrisi Ternak, Peternakan dan Pertanian Organik, Pengolahan Limbah Pertanian
Widyaiswara Ahli Muda
Spesialisasi: Penyuluhan dan Produksi Ternak
Widyaiswara Ahli Pertama
Spesialisasi: Budidaya Tanaman
Widyaiswara Ahli Madya
Spesialisasi: Pengolahan Limbah Pertanian
Widyaiswara Ahli Madya
Spesialisasi: -
Widyaiswara Ahli Pertama
Spesialisasi: Pengolahan Hasil Pertanian
Widyaiswara Ahli Muda
Spesialisasi: Sosial Ekonomi Pertanian
Widyaiswara Ahli Madya
Spesialisasi: Pengolahan Hasil Pertanian
Widyaiswara Ahli Utama
Spesialisasi: Budidaya Pertanian, Pengolahan Hasil Pertanian
Widyaiswara Ahli Madya
Spesialisasi: Budidaya Tanaman
Jumlah Unit: 2 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 2 Unit
Jumlah Unit: 3 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 5 Unit
Jumlah Unit: 2 Unit
Jumlah Unit: 7 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 2 Unit
Jumlah Unit: 6 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 1 Unit
Jumlah Unit: 4 Unit